• YAYASAN AL MUNIR PP ROUDLOTUL MUTA'ALLIM -MTS/MA/SMK WALISONGO
  • Gema'rifah Loh Jiniyate

Siswa Siswi Walisongo Borong piala

Siswa-siswi Walisongo Sugihwaras kembali mengharumkan nama Bojonegoro di tingkat nasional. Kali ini, pelajar MA Walisongo Sugihwaras dan SMK Walisongo Sugihwaras meraih sejumlah medali dalam ajang Islamic Science Olympiad (ISO) 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI).

 

Pada kategori Matematika Terintegrasi SMA/MA/SMK, siswa SMK Walisongo Sugihwaras, Moch. Aunan Nidzhom Al Hafidz Abdillah, berhasil meraih medali emas. Ia mengumpulkan skor 90 dan menempati peringkat pertama nasional.

 

Prestasi Aunan lahir dari persaingan yang ketat. Ia mengungguli peserta dari sejumlah sekolah dan madrasah unggulan nasional. Di antaranya MAN 3 Medan, MAN 11 Jakarta, SMA A Wahid Hasyim Tebuireng Jombang, SMAN 6 Kota Tangerang Selatan, dan SMA Bina Insan Mulia 2 Jawa Barat.

 

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak selalu ditentukan oleh lokasi sekolah. Aunan membuktikan bahwa siswa dari sekolah di wilayah kecamatan mampu bersaing dengan pelajar dari kota-kota besar. Bahkan, ia berhasil berdiri di posisi teratas.

 

Tidak hanya Aunan yang mencatat prestasi. Tiga siswa MA Walisongo Sugihwaras juga meraih medali perak. Mereka adalah:

 

Aurellia Nur Maulida (Skor 85)

Rava Putra Pramira (Skor 85)

Neyla Waviatu Amalia (Skor 85)

Empat medali tersebut menambah daftar prestasi yang berhasil dikumpulkan Walisongo Sugihwaras sepanjang tahun 2026.

 

Guru Bangga dengan Prestasi Anak Didik

Guru Matematika SMK Walisongo Sugihwaras, Yusti Puwani, mengaku bersyukur atas capaian para siswanya. Menurutnya, prestasi itu membuktikan bahwa siswa dari daerah memiliki kemampuan yang tidak kalah dari pelajar di kota besar.

Ini capaian yang luar biasa dari anak-anak. Saya bangga karena meskipun berada di kecamatan, prestasi mereka tidak kalah dengan anak-anak di kota,” ujar Yusti Puwani.

 

Guru yang akrab disapa Bu Yusti itu berharap prestasi tersebut mampu memotivasi siswa lain.

 

“Semoga ini menjadi pemicu semangat bagi murid-murid yang lain untuk terus belajar dan berani mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

 

Sekilas tentang POSI

Ajang Islamic Science Olympiad (ISO) 2026 diselenggarakan oleh Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI), lembaga pendidikan nasional yang berdiri sejak 2011 dan berkantor di Medan, Sumatera Utara. Hingga kini, POSI telah melibatkan lebih dari satu juta peserta dari 38 provinsi melalui berbagai kompetisi sains dan akademik tingkat nasional.

 

Melanjutkan Tren Prestasi Nasional

Keberhasilan di ajang POSI 2026 melanjutkan tren positif yang sebelumnya diraih MA Walisongo Sugihwaras.

 

Beberapa waktu lalu, para siswa MA Walisongo mengikuti Kompetisi Indonesia Hebat Nasional Season-11 yang digelar Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar. Dalam ajang tersebut, mereka membawa pulang lima penghargaan di bidang Matematika dan Sains.

 

Prestasi itu menunjukkan bahwa madrasah berbasis pesantren mampu bersaing di tingkat nasional. Capaian tersebut juga mencerminkan kualitas pendidikan MA Walisongo yang terus berkembang.

 

Babak final kompetisi berlangsung pada 10 Mei 2026. Ribuan peserta dari berbagai daerah mengikuti ajang tersebut. Meski berasal dari wilayah kecamatan, siswa MA Walisongo tampil percaya diri dan mencatat hasil membanggakan

Pada kategori Matematika Kelas 10, mereka mendominasi podium. Para siswa berhasil meraih Juara 1, Juara 2, dan Juara Harapan 1 sekaligus.

 

Rangkaian prestasi itu menunjukkan hasil dari pembinaan yang berjalan secara konsisten. Keberhasilan mereka juga memperlihatkan keseriusan sekolah dalam mengembangkan kemampuan akademik siswa.

 

Bukti Sekolah Daerah Mampu Bersaing

Hasil Islamic Science Olympiad 2026 memperlihatkan tingginya daya saing pelajar dari Bojonegoro.

 

Nama-nama siswa Walisongo Sugihwaras bersanding dengan peserta dari Jakarta, Medan, Tangerang Selatan, Jombang, Aceh, Lampung, dan berbagai daerah lain di Indonesia. Bahkan, siswa SMK Walisongo Sugihwaras berhasil menempati posisi puncak.

 

Prestasi tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa sekolah unggulan hanya berada di kota besar. Dengan pembinaan yang tepat, guru yang berdedikasi, dan semangat belajar yang tinggi, sekolah di daerah juga mampu menghasilkan prestasi nasional.

 

Inspirasi bagi Murid Lainnya

Empat medali dalam Islamic Science Olympiad 2026 menjadi kabar menggembirakan bagi dunia pendidikan Bojonegoro.

 

Prestasi itu tidak hanya mengharumkan nama MA dan SMK Walisongo Sugihwaras. Capaian tersebut juga menunjukkan bahwa pelajar Bojonegoro memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional.

 

Keberhasilan para siswa Walisongo membuktikan bahwa kerja keras, disiplin belajar, dan pendampingan guru dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan. Kisah mereka layak menjadi inspirasi bagi pelajar lain untuk berani bermimpi dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

https://damarinfo.com/walisongo-medali-posi-2026/

Penulis : Syafik

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Walisongo Bersolawat bersama gandrung nabi

Angin malam berhembus lembut saat awan-awan yang semula menggantung di langit Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras, perlahan bergerak ke arah timur. Sejak usai Maghrib,&nbs

15/01/2023 21:23 - Oleh Achmad Khoirul Abidin, S.Kom - Dilihat 48 kali